"Biasaaaaaa"

Minggu, 27 Maret 2011

| | | 0 komentar
Disuatu tempat, yang entah waktunya kapan, saya lupa, pernah terjadi dialog seperti ini,

“Hei, dari mana?”
“Ah, ini, biasaaaaaaaa.”
“…”

Atau juga dialog seperti ini,
“Eh, mau kemana?
“Iniiiiiiiiii, biasa.”
“…”

Jawabannya lucu. HAHAHAHA. Mereka pikir seolah-olah saya itu tau kemana mereka akan pergi, dari mana mereka datang. Mereka pikir saya dukun? Saya nanya kan saya gak tau. Tapi sebelumnya, izinkan saya untuk tertawa lagi sebelum melanjutkan tulisan ini. HAHAHAHAHA. HAHAHAHA. HAHAHAHA.

Sebenarnya masih banyak lagi dialog seperti itu, tapi saya sudah terlalu lupa untuk mengingatnya. Anda pun pasti pernah berada dalam “scene” seperti tadi kan? Konyol kah bagi anda? Oh, atau anda memang pengguna jawaban seperti itu? Yang ketika ditanya akan menjawab, “Biasaaaaaaaaa.”?

Pertama, saya ingin tau motif mereka menjawab seperti itu apa? Sebegitu pentingnya kah untuk diberitahukan pada saya? Sebegitu rahasianya kah sehingga saya tidak boleh tau?

Kedua, saya tidak kecewa mendapat jawaban itu, malah bagi saya itu sangat menggelikan. HAHAHA. Sok penting, lu.

Ketiga, mungkin saya juga pernah menjadi pengguna jawaban itu, maka dari itu saya meminta maaf atas jawaban saya yang konyol itu.

Keempat, mari kita hentikan jawaban konyol seperti tadi. Mari kita buat gerakan “STOP Menjawab Biasaaaaa Ketika Ditanya Orang.” Jawablah apa adanya, kalaupun itu terlalu rahasia untuk diumbar ke publik, carilah cara lain untuk menjawabnya. Jangan menjawab, “Biasaaaaaa.”

Kelima, agar tulisan ini barokah, kita akhiri tulisan ini dengan bacaan hamdallah, “Alhamdulillah hirrabbil’alamin.”
Selanjutnya..