Sekarang, tanggal 6 september 2010, tepatnya jam 9 malam lebih 28 menit lebih 2 detik, 3 detik, 4 detik, 5 detik, …, …, tampaknya harus disudahi?
Kali ini saya belum mendapatkan hal-hal bodoh yang ada dari dalam diri saya. Entah karena sekarang saya telah mengalami perubahan ke arah yang lebih baik atau mungkin karena saya terlalu bodoh sehingga untuk menemukan hal bodoh pun saya tidak bisa dan masih tetap tampak bodoh. Ah, masa bodooooh.
Jadi buat kesempatan kali ini saya gak akan mengumbar dulu cerita-cerita bodoh tentang saya dan di sekitar saya. Sebagai gantinya, saya akan bercerita tentang pertemanan saya di masa perkuliahan.
Saya kira gak perlu untuk menyebutkan nama teman-teman saya satu per satu, soalnya terlalu banyak dan saya pun gak ingat semua namanya. Untuk angkatan saya, ada 100 lebih manusia-manusia yang mendarat di jurusan PENDIDIKAN EKONOMI.
Karena terlalu padat, kami pun di pisah menjadi 2 kelas. Hal ini sedikit melegakan juga, soalnya kalo dijadikan 1 kelas, saya gak tahan. Ada yang bau mulut. Ada yang bau badan. Ada yang bau kentut. Dan semua menjadi satu dalam satu kelas sebanyak 100 lebih mahasiswa. Lama-lama indra penciuman saya bisa rusak.
Saya dan 56 teman yang lainnya menjadi kelas A, dan sisanya di kelas B. So, saya akan bercerita sekitar kelas A dulu saja. Dan buat kali ini pun saya kira gak perlu untuk disebutkan namanya satu persatu.
Sudah 1 tahun kami menjalani pertemanan ini. Tapi sayang, sampe saat ini pun saya masih merasa jauh dengan mereka. Terlalu banyak para rasis yang membentuk kelompoknya sendiri-sendiri. Sehingga wajar, ketika ada waktu kosong banyak terlihat kubu-kubu yang memisahkan diri.
Waktu SD, saya pernah pindah sekolah ketika kelas 5. Dan baru beberapa hari pun kami sudah akrab, dan benar-benar dekat. Tapi beda jauh dengan kuliah, sudah 1 tahun tetap saja masih merasa asing. Mungkin kita terlalu jaim atau udah punya kesibukan masing-masing yang biasanya menjadi alasan yang terampuh.
Saya merasa ada yang janggal di sini. Merasa harus ada yang di perbaharui. Saya ingin masa kuliah ini gak hanya sekedar melintas dalam perjalanan hidup saya. Setidaknya saya ingin membuatnya berbekas.
Sampe saat ini saya belum menemukan cara yang terampuh untuk membuat kita seirama, satu gerak satu langkah. Entah karena sifat-sifat yang saya temui disini berbeda jauh dengan yang sebelumnya atau mungkin saya yang bodoh untuk memikirkan hal ini.
Mungkin saya tidak pernah dirindukan oleh mereka. Tapi satu hal yang pasti, saya akan merindukan dan tetap mengingat mereka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar