Siang hari yang kurang cerah dan langit biru pun didominasi awan putih ke-abu-abuan. Ditemani kicauan burung gereja diatap genteng rumah, aku masih dalam posisi kaki kanan ku yang kutumpangkan di atas paha kaki kiriku. Melamunkan tentang satu mimpi dan kepura-puraanku selama ini.
Pura-pura senyum...
Pura-pura tertawa...
Pura-pura riang...
Pura-pura cuek...
Pura-pura marah...
Pura-pura... Pura-pura... Itulah aku dengan segala ke-pura-puraanku. Telah banyak peran yang ku perankan dalam sandiwara dunia ini.
Senang... Sedih... Marah... Bingung... Gusar... Risih.. Menangis... Tertawa... Tertawa dan tertawa... Dan pada akhirnya aku ingin mengakhiri peranku ini sebagai manusia yang bahagia.
Banyak yang hilang dari perjalanan hidup ini. Perjalanan menuju tujuan hidup yang tak satu setanpun tau. Kini, aku terlalu banyak diracuni oleh pikiran-pikiran yang tak penting. Pikiran yang hanya menghambat gerakku saja. Dan racun itu telah membatu.
Aku harus kembali ke masa jaya itu. Masa putih-merah. Masa-masa dimana aku merasa sangat jaya. Begitu bebasnya aku saat itu. Walaupun sebenarnya penuh pengekangan dari berbagai pihak, tapi otak dan pikiranku bisa liar tak terbatas dan begitu bebas. Bagiku, masa jaya seorang manusia adalah ketika masih menggunakan seragam putih-merah. Tapi aku tak mungkin kembali ke masa itu. Mustahil!!!
Sekarang aku hanya perlu mengalir saja. Mengalir dan mengalir, hingga pada akhirnya aku menemukan sebuah titik. Titik yang selama ini aku cari. Titik kebahagian. Dari situ aku akan tau apa arti sebenarnya sebuah kebahagian dan bahagia.
Ketika aku dan pikiranku bernostalgia pada masa lalu, aku selalu punya pertanyaan tentang masa depan, "Jadi apa aku kelak?", "Bagaimana aku nanti jadinya?". Lalu setelah pertanyaan itu diajukan pada pikiranku, pikiranku menjawabnya, "Mengalirlah".
Sampai saat ini targetku satu, MAHAMERU!!! Aku telah membuat manajemen biaya, manajemen waktu, dan segala persiapan teknis dan non-teknisnya. Angan ini lebih kuat dari inginku untuk mendapatkan nilai yang baik, ataupun untuk menjadi yang terbaik. Aku sebenarnya tidak begitu tertarik untuk kuliah. Aku kuliah semata-mata untuk membuat orangtua senang, dan tidak membuatnya kecewa LAGI.
Kita lihat, apakah tahun ini aku jadi berada dipuncak itu? PUNCAK MAHAMERU! Aku berjanji, perjalanan itu akan kulukiskan dalam untaian kata. SEMOGA!!!
0 komentar:
Posting Komentar