Pelari dan Bapaknya

Sabtu, 26 Februari 2011

| | |
Ada sebuah kisah nyata yang sangat menyentuh hati dan memberi pelajaran bagi mereka yang menggunakan akal dan hatinya. Singkat cerita, ada sebuah kejuaraan lari 400 meter di Barcelona Summer Olmpics. Diantara pelari yang berlomba disana, ada seorang pemuda keturunan kulit hitam bernama Derek Redmond yang diunggulkan memenangkan lomba tersebut.


Bukan tanpa sebab ia diunggulkan, tapi karena memang ia berlari begitu kencang. Ia berlari dan terus berlari hingga tak terasa garis finish pun terlihat begitu dekat. Namun, kekecewaan datang sekitar 250 meter dari finish. Tiba-tiba ia berjalan tertatih-tatih, terlihat dari tampangnya ia sangat kesakitan. Rupanya, cedera hamstring merobeknya. Larinya pun perlahan melambat dengan tertatih-tatih dan kemudian jatuh ke tanah... kesakitan.


Ia tertunduk meratapi kekalahannya. Mukanya sangat jelas memperlihatkan ekspresi kekecewaan. Sesekali bahunya berguncang, menahan tangisan dan amarah yang bercampur. Tim medis dan pembawa tandu pun segera menghampirinya. Tapi Si Pelari itu tidak ingin diangkat keluar lintasan. Meskipun sakit, dia berdiri dan mulai berjalan pincang sepanjang trek. Spontan, tim medis dan para penonton yang ada disitu tercengang melihat Si Pelari.


Dengan terpincang-pincang, dia terus berlari, sembari menahan sakit yang amat luar biasa yang menimpa kakinya itu. Lalu, seorang pria besar melalui kerumunan orang-orang yang ditahan oleh keamanan disitu menghampiri Si Pelari Pincang. Pria itu ayahnya. "Kamu tidak perlu meneruskan ini," ia mengatakan kepada anaknya sambil menangis. "Saya harus lakukan," Sang Anak menegaskan kepada bapaknya. "Baiklah kalau begitu," jawab ayahnya, "kita akan menyelesaikan ini... bersama-sama!" Sang Ayah memeluk anaknya dan membantunya berjalan pincang melintasi trek itu.


Sang Anak menangis diatas bahu ayahnya. Ayahnya pun pasti ingin menangis, tapi dia tetap tegar. Sama seperti ayah kita bukan? Yang selalu terlihat tegar dihadapan kita? Padahal di balik tegarnya itu tersempil rasa lain, rasa haru. Ayahnya terus menyemangati dan membantunya. Terus meyakinkan anaknya, bahwa dia bisa! Tim medis menghampiri mereka, tim medis menyarankan agar menyudahi semua itu. Tapi ayahnya dengan tegas berkata, "DIAM dan TUTUP MULUTMU!!"


Sesaat sebelum garis finish ayahnya melepaskan sang anak dan sang anak itu menyelesaikan lomba... dengan tepuk tangan meriah dari 65.000 kerumunan penonton. Derek Redmond mungkin tidak menjadi yang pertama... tetapi ia berhasil menyelesaikan perlombaan! Meskipun dengan sakit, meskipun dengan air mata... ia bertekad untuk menyelesaikan semuanya. Dimotivasi oleh cinta yang begitu kuat dari seorang ayah yang mengangkat dia ketika dia jatuh.


Apa yang membuat ayahnya melakukan itu? Meninggalkan kursinya lalu berdiri dan menemui anaknya pada lintasan? Itu karena rasa sakit di wajah anaknya. Anaknya yang sedang kesakitan... tetapi ingin menyelesaikan perlombaan. Lalu, ayahnya datang untuk membantu dia menyelesaikan semuanya.


Tuhan pun sama seperti itu. Ketika kita sakit dan berjuang untuk menyelesaikan, ia pasti datang dan membantu kita. Itu pasti!!! Bagaimana dengan anda? Bagaimana dengan "perlombaan" anda? Apakah Anda dalam kesakitan? Apakah Anda di ambang berhenti? Tuhan ingin anda untuk menyelesaikannya dengan kuat... karena Dia mencintai anda. Apakah anda membuka hati anda padaNya?

Renungan untuk pemilik akal dan hati...

0 komentar:

Posting Komentar